dulu dada ini sempitdipenuhi jerit yang sunyikini perlahan meluasseperti langit yang tak butuh penjelasaku tak tahu kapan mulai berubahmungkin saat berhenti bertanyadan hanya duduk bersama lukatanpa ingin mengusirnyaada langit dalam dadaluas, biru, tenang tanpa suarasemua yang dulu menyakitkankini hanya awan lewat di sanaaku tak butuh jawabanhanya butuh hadir dan bertahandan saat aku cukup diamaku dengar suara yang selama ini kuabaikandi dalam diam, kutemukan terangtak silau, tapi hangattak megah, tapi nyatadan itu cukup untukku percayalangit dalam dada ini bukan hadiahtapi hasil dari tidak menyerahaku peluk semua lukadan mereka berubah jadi cahaya
Langit Dalam Dada
Langit Dalam Dada